Tesis Antitesis Sintesis Pada Penelitian

Tesis Antitesis Sintesis

Tesis Antitesis Sintesis Pada Penelitian – Hello sobat, kali ini kita kembali lagi dengan berita terbaru terkait dengan hal-hal menarik setiap harinya. Kali ini akan ada informasi mengenai Tesis Antitesis Sintesis.

Penelitian sangat erat kaitannya dengan usaha para ilmuwan di berbagai bidang untuk menguji, membuktikan, mengulangi sampai sebuah kebenaran didapat.

Hal ini diharapkan bisa berkesinambungan dengan tujuan tercapainya pengetahuan yang lebih baik. Sangat banyak sekali kegiatan yang akan dilalui seorang peneliti. Salah satunya metode berpikir, mulai dari pengertian tesis, antitesis, sintesis dan satu yang harus dibuktikan, hipotesis.

Hal inilah sebagai pedoman dalam apa yang disebut dengan berpikir dialektis atau dikenal dengan istilah dialektika. Metode berpikir tersebut sangat lekat pada usaha-usaha perkembangan ilmu pengetahuan tersebut.

Dialektika adalah serangkaian proses untuk menemukan kebenaran dari sebuah ilmu pengetahuan.

Memahami Tesis Antitesis Sintesis

Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting untuk memahami konsep dasar dari tesis, antitesis, dan sintesis.

  • Tesis: Tesis adalah pernyataan atau argumen utama yang ingin Anda buktikan dalam artikel Anda. Ini adalah pendapat atau gagasan yang menjadi landasan artikel dan menjadi fokus dari pembahasan.
  • Antitesis: Antitesis adalah pendapat atau gagasan yang bertentangan dengan tesis Anda. Ini merupakan bagian di mana Anda menyajikan pandangan alternatif atau argumen yang berlawanan untuk memberikan keseimbangan dan kompleksitas pada artikel Anda.
  • Sintesis: Sintesis adalah tahap di mana Anda mencoba untuk menyatukan tesis dan antitesis, menemukan titik persamaan, dan mencapai kesimpulan yang berbobot berdasarkan informasi yang telah Anda paparkan sebelumnya.

Langkah-langkah dalam Penulisan Menggunakan Tesis Antitesis Sintesis

Langkah 1: Penentuan Tesis

Untuk memulai penulisan artikel, tentukan tesis utama Anda. Pastikan tesis Anda jelas, spesifik, dan dapat dibuktikan dengan argumen yang kuat.

Langkah 2: Identifikasi Antitesis

Setelah tesis ditentukan, identifikasi argumen atau pandangan yang berlawanan dengan tesis Anda. Hal ini membantu Anda untuk menyajikan perspektif yang beragam dan memberikan kedalaman pada artikel.

Langkah 3: Pengumpulan Data dan Informasi

Mulailah mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendukung baik tesis maupun antitesis Anda. Gunakan sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan untuk memperkuat artikel Anda.

Langkah 4: Penulisan Artikel

Pendahuluan

Di bagian pendahuluan, perkenalkan topik secara singkat dan jelaskan mengapa topik ini penting untuk dibahas. Kemudian, sampaikan tesis Anda dengan jelas dan tegas.

Tesis (Pengembangan)

Pada bagian ini, paparkan secara rinci argumen dan bukti yang mendukung tesis Anda. Gunakan fakta, data, dan kutipan untuk memberikan kekuatan pada pernyataan Anda.

Antitesis (Pengembangan)

Setelah tesis dikemukakan, sekarang saatnya untuk menghadirkan pandangan yang berlawanan. Jelaskan argumen dari sudut pandang yang berbeda secara obyektif dan lugas.

Sintesis (Pengembangan)

Selanjutnya, sintesis adalah bagian di mana Anda mencoba untuk mencari titik persamaan antara tesis dan antitesis. Tinjau kembali argumen yang telah Anda paparkan dan cari kesamaan atau solusi yang mungkin.

Tesis Antitesis Sintesis Hegel

Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1874) atau sering disebut dengan Hegel adalah pencetus sekaligus bapak terminologi ini. Dalam menjelaskan metode dialektika inilah, ia lalu membaginya menjadi tiga metode, yaitu tesis, antitesis dan sintesis.

  • Tesis

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tesis memiliki dua arti sebagai kata benda. Pertama, berarti pernyataan atau teori yang didukung oleh argumentasi yang diterbitkan dalam karya ilmiah.

Kedua adalah karangan ilmiah untuk mendapatkan gelar kesarjanaan. Pengertian yang terakhir ini sebetulnya bisa disamakan dengan pengertian skripsi dan disertasi.

Di Indonesia, tesis digunakan untuk menyebut karya ilmiah untuk mendapatkan gelar master/magister setara S2.

Tesis merupakan pernyataan yang sudah diuji berdasarkan bukti dan argumentasi. Itulah mengapa dari tesis tersebut, sebuah teori dapat dilahirkan untuk menjadi “penjelas besarnya”.

  • Antitesis

Antitesis merupakan jawaban atas pendapat dan argumentasi ilmiah sebelumnya yang memiliki sifat bertolak-belakang dengan tesis.

Antitesis memiliki sifat yang berlainan dengan tesis tidak jarang bahwa pendapat antitesis kerap kali mengundang perhatian ilmuwan secara luas.

Sebuah antitesis haruslah diperoleh dari kajian ilmiah yang bisa dibuktikan, diulangi dan bisa dijelaskan dengan logis.

Namun dalam prakteknya biasanya para peneliti tidak menyebutkan kata ini secara langsung dalam penelitiannya. Lebih kepada bantahan secara tidak langsung dengan menyatakan bahwa si peneliti membantah teori atau tesis sebelumnya.

Praktek ini juga bisa dibilang usaha antitesis, yaitu usaha untuk membantah tesis sebelumnya dan ini normal dalam sebuah penelitian.

  • Sintesis

Sintesis adalah mensinkronkan tesis maupun antitesis. Langkah ini digunakan untuk menentukan sekaligus “mendamaikan” tesis yang saling bertentangan.

Banyak yang menyamakan sintesis ini dengan jalan tengah, dengan mencampurkan dua tesis tersebut dan mengambil kesimpulan secara umum. Namun dalam prakteknya tidak semuanya seperti itu dikarenakan beberapa hal yang melatar-belakanginya.

Tesis Antitesis Sintesis Marx

Dialektika menurut Marx memiliki tiga proses yaitu: tesis, antitesis, dan sintesis. Hal ini tentunya berbeda dengan dialektika Hegel yang hanya terdiri dari dua unsur yaitu tesis dan antitesis dan antitesis lainnya.

Untuk dapat memahami apa dialektika Marx kita dapat mengambil contoh dialog.

Setiap Dialog adalah proses yang diawali dengan tesis, sebuah pernyataan dimana tanggapan adalah penyangkalan sekaligus membenarkan, tetapi penyangkalan kekurangan pernyataan pertama menaikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Menyangkal bisa berarti menolak sebuah pernyataan dengan melengkapinya, atau dengan memberi tambahan lain dan seterusnya, dan penyangkalan itu dalam tanggapan balik disangkal kembali.

Setiap langkah berikutnya beranjak ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih benar daripada sebelumnya. Jadi dalam dialektika, negasi atau penyangkalan tidak dimusnahkan atau dihilangkan, melainkan dipertahankan kebenaran yang disangkal tersebut.

Demikianlah informasi menarik kali ini mengenai Tesis Antitesis Sintesis. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *